Oleh: M. Ismail
Artikel ini adalah lanjutan dari Estetika atau komunikasi? (1). Pada artikel sebelumnya kita membahas tentang perbedaan estetika dan komunikasi secara umum. Pada artikel lanjutan ini kita akan membahas hubungan estetika dan komunikasi dengan desain grafis dan advertising.
Di dalam bisnis dan pemasaran, seorang pemilik usaha berani membayar mahal sebuah agency advertising untuk merancang konsep marketing komunikasi dan kreatif dengan harapan agar produknya dapat dikenal oleh target konsumen, diminati dan laku di pasar.
Setelah mendapat brief dari klien, orang-orang marketing dan kreatif di agency advertising berpikir keras mencari konsep marketing komunikasi dan kreatif yang tepat untuk produk tersebut.
Anda dapat lihat ada dua unsur utama pada kalimat di atas yaitu konsep marketing komunikasi dan konsep kreatif. Baik saya jelaskan ya.
Konsep marketing komunikasi dan konsep kreatif saling terkait, masing-masing tidak bisa berdiri sendiri. Konsep marketing komunikasi adalah WHAT TO SAY dan konsep kreatif adalah HOW TO SAY.
What to say marketing komunikasi adalah tentang apa, untuk siapa, bagaimana, kapan dan kemana produk akan di arahkan.
Apa saja keunggulan dan kelemahan produk? Produk untuk siapa? Bagaimana kondisi persaingan dan peluang di pasar? Kapan waktu yang tepat produk dikomunikasikan ke target konsumen? Dan bagaimana strategi membangun merk produk untuk jangka pendek dan jangka panjang?
Ketika what to say sudah selesai, maka giliran orang-orang kreatif yang menuangkan what to say tersebut ke dalam satrategi dan konsep kreatif.
mine
7.31.2010
Estetika atau komunikasi ? bag.1
Oleh M. Ismail
Beberapa waktu yang lalu saya mampir ke website
desain grafis indonesia dan website dkv-unpas Bandung membaca salah satu artikel yang cukup menarik dengan judul “Estetika atau fungsi”. Saya terinspirasi menulis artikel dengan tema yang sama namun saya sesuaikan dengan topic dalam blog ini yaitu desain grafis dan advertising. Seperti anda baca pada judul di atas yaitu “Estetika atau komunikasi” mirip tapi berbeda.
Apa itu estetika? Dan apa itu komunikasi?
Baik saya akan jelaskan satu persatu ya supaya definisinya tidak rancu, ok.
Estetika adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan seni tepatnya adalah keindahan. Apapun jenis seni baik dalam bentuk visual, audio/musik atau video pastinya memiliki nilai estetika. Jadi tidak ada seni tanpa nilai estetika. Seni murni ataupun seni pesanan semuanya tetap harus memiliki nilai estetika. Jadi nilai estetika adalah universal.
Semua orang berhak mengklaim memiliki nilai estetika pada dirinya meskipun hanya sebatas menyukai namun tetap dapat dikatakan dia memiliki nilai estetika. Sebagai contoh bila anda membeli baju tentu anda akan memilih milih yang sesuai selera anda. Nah, selera anda berarti adalah estetika. Tentunya estetika untuk diri anda sendiri.
Beberapa waktu yang lalu saya mampir ke website
desain grafis indonesia dan website dkv-unpas Bandung membaca salah satu artikel yang cukup menarik dengan judul “Estetika atau fungsi”. Saya terinspirasi menulis artikel dengan tema yang sama namun saya sesuaikan dengan topic dalam blog ini yaitu desain grafis dan advertising. Seperti anda baca pada judul di atas yaitu “Estetika atau komunikasi” mirip tapi berbeda.
Apa itu estetika? Dan apa itu komunikasi?
Baik saya akan jelaskan satu persatu ya supaya definisinya tidak rancu, ok.
Estetika adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan seni tepatnya adalah keindahan. Apapun jenis seni baik dalam bentuk visual, audio/musik atau video pastinya memiliki nilai estetika. Jadi tidak ada seni tanpa nilai estetika. Seni murni ataupun seni pesanan semuanya tetap harus memiliki nilai estetika. Jadi nilai estetika adalah universal.
Semua orang berhak mengklaim memiliki nilai estetika pada dirinya meskipun hanya sebatas menyukai namun tetap dapat dikatakan dia memiliki nilai estetika. Sebagai contoh bila anda membeli baju tentu anda akan memilih milih yang sesuai selera anda. Nah, selera anda berarti adalah estetika. Tentunya estetika untuk diri anda sendiri.
Dasar-dasar desain grafis 2
Dasar-dasar Desain Grafis 2 ini sebagai lanjutan dari Dasar-Dasar Desain Grafis 1 mengenai dua kemampuan utama yang harus dimiliki seorang desainer grafis yaitu kemampuan kognitif dan ketrampilan visual. Dua kemampuan utama ini merupakan kemampuan yang wajib dimiliki seorang desainer grafis.
Pada artikel ini saya coba bahas lebih dalam bentuk implementasi ke dua kemampuan di atas.
Kemampuan Kognitif
Pada kemampuan kognitif seorang desainer grafis dituntut untuk memiliki kemampuan analisa dan intuitif terhadap 3 hal yaitu:
1. Tujuan desain
2. Target market
3. Tone and manner
Pada artikel ini saya coba bahas lebih dalam bentuk implementasi ke dua kemampuan di atas.
Kemampuan Kognitif
Pada kemampuan kognitif seorang desainer grafis dituntut untuk memiliki kemampuan analisa dan intuitif terhadap 3 hal yaitu:
1. Tujuan desain
2. Target market
3. Tone and manner
Dasar-dasar desain grafis 1
Desain Grafis, menurut definisi dari Wikipedia adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak (http://id.wikipedia.org/wi ki/Desain_grafis).
Kemampuan kognitif dan ketrampilan visual adalah 2 pilar penting di dalam desain grafis. Paduan Kemampuan kognitif dan ketrampilan visual ini berarti kita harus mampu mengolah data dan informasi produk yang dikomunikasikan (brief klien) agar sesuai dengan karakter konsumen, pesan dapat diterima dan dipahami secara visual maupun verbal (image atau copy/naskah), menarik dan mudah dibaca, dan lain-lain.
Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak (http://id.wikipedia.org/wi
Kemampuan kognitif dan ketrampilan visual adalah 2 pilar penting di dalam desain grafis. Paduan Kemampuan kognitif dan ketrampilan visual ini berarti kita harus mampu mengolah data dan informasi produk yang dikomunikasikan (brief klien) agar sesuai dengan karakter konsumen, pesan dapat diterima dan dipahami secara visual maupun verbal (image atau copy/naskah), menarik dan mudah dibaca, dan lain-lain.
Langganan:
Postingan (Atom)